JAKARTA Kalangan pelaku usaha optimistis bisnis properti tahun depan memiliki prospek cerah dan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini.
Ali , member broker berkontribusi terbesar selama 12 tahun berturut-turut bagi agen properti , mengatakan harga berbagai jenis properti akan jauh meningkat pada 2011.
Dia menyebutkan rumah toko (ruko), kaveling, rumah, pergudangan, dan ruang perkantoran bakal menjadi primadona.
"Tetapi untuk apartemen akan biasa-biasa saja, karena orang asing belum kembali setelah krisis di luar negeri," ungkapnya di Jakarta, kemarin. .
Ali menyebutkan prospek bisnis kawasan industri juga cerah, didorong oleh meningkatnya biaya di China. "Kalangan industriawan akhirnya lari dari China serta memilih Indonesia dan Vietnam."
Mengenai wilayah terbaik, dia berpendapat Jakarta Utara. Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat masih lebih baik dibandingkan dengan Jakarta Timur. "Masalahnya, di Jakarta Timur praktis tidak cukup banyak pengembang besar yang bermain di sana, sementara untuk wilayah Jakarta Pusat lahannya sudah mentok," tuturnya.
Ali menyatakan "wilayah ring F di luar Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Serpong seharusnya sudah mulai dilirik mengingat mulai je-nuhnya sejumlah titik di dalam Kota Jakarta.
Lebih baik
Mengenai prospek cerah bisnis properti pada tahun depan juga diungkapkan oleh Sekretaris DPP Realestat DKI Jakarta Juan Panca Wijaya.
"Tahun 2011 akan lebih baik daripada tahun ini. Iklim ekonomi kondusif, perkembangan politik juga tak berdampak buruk," paparnya.
Menurut Juan, apabila pemerintah segera mengizinkan pemilikan properti oleh orang asing, khususnya bagi hunian vertikal, maka prospek bisnis properti akan semakin cerah.
Dia mengatakan Badan Pertanahan Nasional, dalam beberapa kali pertemuan dengan REI mulai memberikan sinyal menyejukkan mengenai keputusan pemberian hak pakai jangka panjang hingga sedikitnya 70 tahun-lazim disebut sebagai pemilikan-untuk hu-nian vertikal oleh orang asing.
Pasar yang cukup terbuka dan membuat prospek bisnis properti cerah, lanjut Juan, adalah untuk apartemen sederhana milik tanami) dengan kisaran harga Rp300 juta hingga RpTOO juta per unit.
"Kalau pengembang membidik pasar ini, di mana pun wilayahnya di Jakarta, prospeknya akan cerah," ujar Juan.
OLEH M. SYAHRAN W. LUBIS Bisnis Indonesia
| < Prev | Next > |
|---|